SOFTWARE DESA

  1. Software Akuntansi-Integrasi Bumdes (Online)

 

Sebuah software canggih membantu tata kelola keuangan Bumdes. Fiturnya yang lengkap sangat berguna bagi Lembaga Bumdes yang ingin mengembangkan unit usahanya, antara lain bisa untuk :

  • Simpan Pinjam
  • Usaha dan Perdagangan
  • Semua Jenis Jasa
  • Laporan

Software Keuangan Terintegrasi BUMDes ini satu-satunya di Indonesia. Jadi lembaga Bumdes tidak perlu beli lagi jika ingin mengembangkan unit usahanya. Dengan satu software ini bisa mengakomodir semua unit usahanya.

Software ini dibuat berdasarkan standar IAI ( Ikatan Akuntan Indonesia ) dan dipandu oleh Tim Ahli Keuangan Desa yang sudah berpengalaman pada kebutuhan teknologi desa. sehingga kebutuhan pengembangan Bumdes sudah terakomodir semua.

Produk ini sangat berbeda di banding software keuangan Bumdes lainnya. Kalau software lain terkesan apa adanya, software ini memang dibuat dengan tujuan dan pengalaman bertahun-tahun tentang keuangan desa. Selain canggih juga familiar bagi pemakainya, hingga diharapkan SDM masyarakat desa mampu menggunakannya

 

  1. Sistim Informasi Keuangan Desa (SIKDEs)

Sebuah software yang berkaitan dengan LPJ Dana Desa, antara lain tentang RPJMDes, RKP, APBDes. Kecanggihan software ini 1 kali input 14 laporan tuntas! Software ini terbesar di gunakan di Indonesia, hampir 21 Kabupaten.

 

  1. Sistim Terpadu Manajemen Data Desa

Ini adalah software yang berkaitan dengan sistim administrasi desa/kelurahaan, yaitu administrasi umum, administrasi penduduk, administrasi pembangunan. Kecanggihan dari software ini adalah pembuatan atau proses administrasi cukup 1 menit, selesai!

 

  1. Software Pertanahan dan Profil Desa

Dua software ini adalah berfungsi untuk memetakan pemilik tanah berserta sejarah kepemilikan serta profil desa yang sangat dibutuhkan oleh desa agar identitas dan potensi desa terpetakan dengan jelas.

 

  1. Sistim Koperasi Desa Efektif

Dibangun   dengan   prinsip   kemudahan   (user   friendly),   sistem   aplikasi   ini   memberikan kemudahan  dalam  penginputan  dan  pengolahan  segala  data  transaksi  keuangan  Koperasi. Adapun Fitur SIKODESTIF meliputi :

Parameterisasi Nasabah dan Tabungan;

  • Transaksi Akuntansi;
  • Monitoring Transaksi;
  • Otomasi Transaksi;
  • Setting Buku Tabungan;
  • Simulasi Emas;
  • Mampu terintegrasi Online

 

  1. Sistim Monitoring Aset Desa

Pengelolaan Aset Desa merupakan rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pelaporan, penilaian, pembinaan, pengawasan dan pengendalian aset Desa

Jenis aset desa terdiri atas :

  1. Kekayaan asli desa;
  2. Kekayaan milik desa yang dibeli atau diperoleh atas beban APBDesa;
  3. Kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan sumbangan atau yang sejenis;
  4. Kekayaan desa  yang  diperoleh  sebagai  pelaksanaan  dari  perjanjian/kontrak

dan/atau diperoleh berdasarkan ketentuan peraturan undang-undang;

  1. Hasil kerja sama desa; dan
  2. Kekayaan desa yang berasal dari perolehan lain yang sah

 

  1. Sistim Informasi Manajemen Bisnis Desa

Sistem Informasi Manajemen Bisnis Desa (SIMBISDES) merupakan sebuah sistem aplikasi komputer berbasis website yang dapat membantu anda dalam memperoleh berbagai informasi yang berkaitan dengan pengembangan usaha, yaitu; Informasi tentang karakteristik suatu usaha; Bisnis Plan tentang Wirausaha Baru (WUB); Bisnis Plan tentang Pengembangan Usaha. Adapun Keunggulan Sistem Informasi Manajemen Bisnis Desa (SIMBISDES) mencakup

1) Informasi Krakteristik Komoditi yang berkaitan dengan Prospek usaha, Faktor keberhasilan usaha, Faktor yang harus diwaspadai, Cara menjalankan usaha, Aspek legal/perijinan, dan Aspek pembiayaan.

2)  Bisnis plan Wirausaha Baru yang berkaitan dengan Data usaha, Analisis Aspek Kesiapan (Usaha, Pasar, Legal/Perijinan, Operasional, Pengelolaan, Finansial), Modal Kerja, Penyusutan dan Amortisasi, Biaya Usaha, Rugi Laba, Arus Kas, Neraca.

3) Bisnis plan Pengembangan Usaha yang berkaitan dengan Data usaha, perkiraan penjualan setelah pengembangan usaha, Pembiayaan Pengembangan, Analisis Aspek Kesiapan (Usaha, Pasar, Legal/Perijinan, Operasional, Pengelolaan, Finansial, Modal Kerja, Penyusutan dan Amortisasi, Biaya Usaha, Rugi Laba, Arus Kas, Neraca.