Pelatihan Bumdes

            Salah satu program unggulan dari Desa-Membangun-Indonesia adalah pelatihan Bumdes. Pelatihan yang sangat berbeda di banding yang lain, perserta tidak sekedar di beri pelatihan tentang basic manajemen, tapi seluruh permasalahan dari hulu hingga hilir yang berkaitan tentang Bumdes diajarkan dengan tuntas. Konsep Teori, Praktek dan Pendampingan adalah yang diajarkan untuk peserta dengan fokus pada:

  • Pemetaan Aset
  • Pemetaan Aktor
  • Pemetaan Akses

Untuk mencapai keberhasilan 3 faktor di atas, maka didukung pengalaman dan ilmu serta dukungan teknologi canggih, maka kami yakin bisa membantu pendirian Bumdes di seluruh Indonesia akan berhasil sesuai harapan UU dan pemerintah serta khususnya masyarakat desa.

Selama ini banyak pelatihan-pelatihan Bumdes tapi belum menghasilkan kualitas kelembagaan Bumdes dan SDMnya yang lebih baik. Hingga Kemendesa pun mengakui bahwa masalah krusial dalam pengelolaan Bumdes adalah minimnya kualitas SDMnya. Karena itu, DMI (Desa Membangun Indonesia) ingin membantu dan memberikan solusi. Salah satunya adalah pelatihan Bumdes dengan format yang berbeda dan dibina oleh ahli-ahli yang berkompeten pada bidang Bumdes, Potensi Desa, Entrepreneur serta didukung Teknologi Informasi terbaru.

LATAR BELAKANG

Meski sudah berjalan hampir 2 tahun dengan jumlah Bumdes di tahun 2017 hampir 18.000 lebih, namun jujur jika kita melihat ke lapang tentang kualitas Bumdes secara kelembagaan kita harus mengakui bahwa kualitasnya belum bisa diharapkan, masih banyak jumlah lembaganya daripada kualitasnya.

Namun kita tidak berkecil hati, kesediaan desa membentuk Bumdes meski dengan pengetahuan dan SDM terbatas, patut didukung baik oleh Pemerintah maupun dunia swasta.DMI sebagai lembaga Softwarehouse, Training dan Consulting berpengalaman 5 tahun di 23 kabupaten di Indonesia dalam melatih dan mendampingi dalam rangka digitalisasi desa. Karena pengalaman tersebut, dengan rendah hati kami ingin membantu mensukseskan program Bumdes di Indonesia secara penuh, bukan parsial.

Konsep modul/kurikulum yang kami buat sudah kami uji di lapangan, dan ternyata respon Kades dan pengurus Bumdes sangat tercengang dengan materi yang kami berikan. Mereka yang awalnya agak pesimis karena menganggap pelatihan-pelatihan yang mereka terima sama dengan yang pernah mereka alami sebelumnya, namun setelah mereka mengikuti mereka baru terbuka pikirannya. Desa ‘miskin’ mereka yang dulunya seolah tidak berpotensi berubah menjadi nilai rupiah yang cukup tinggi bagi PAD dan masyarakatnya.

Kami tahu di Indonesia ada banyak pelatihan-pelatihan Bumdes, namun kami berani menggaransi jika pelatihan kami sangat berbeda dan 90% peserta mengakui kelebihan itu, parameternya sederhana:

  • Berapa banyak peserta yang mampu membuat unit usahanya profit setelah ikut pelatihan?
  • Berapa banyak jenis unit usaha yang mampu mereka bentuk?
  • Berapa besar peningkatan serapan tenaga kerja desa dan PAD setelah mereka mempraktekkan hasil pelatihannya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang sangat sering dihindari oleh pelaku-pelaku workshop/Pelatihan di Indonesia, mereka banyak mengajari regulasi, administrasi dan manajemen dasar Bumdes, namun mereka tidak mampu menumbuhkan mindset entrepreneur di benak peserta, artinya skill bussiness peserta tidak digarap secara penuh. Sehingga Bumdes yang mereka bentuk tinggal menghitung minggu untuk menjadi lembaga yang mati suri

 

KENDALA BUMDES SELAMA INI

  1. Memilih ide bisnis yang sembarangan
  1. Kegagalan dalam mengakses sumber daya yang sebenarnya sudah tersedia tetapi tidak tahu cara mengakses sumber daya (potensi) tersebut
  1. Mengambil keputusan atau bertindak yang salah, tidak bekerja cerdas, dan tidak bertindak secara efektif (mengarah pada tujuan)
  1. Tidak mampu mengelola bisnis dengan baik dan benar mulai dari masalah keuangan, produksi, kualitas, dan sumber daya manusia
  2. Bersaing tetapi kalah bersaing

 

SOLUSI

  • Membantu menggali potensi desa dalam pemetaan aset, aktor dan akses secara partisipatif
  • Membantu memilih usaha yang bermanfaat, menghasilkan produk atau layanan dengan standar mutunya terjaga, dikemas secara apik dan dipasarkan secara tepat
  • Pendampingan tim manajemen yang intens hingga mencapai kemandirian usaha
  • Pemberian software keuangan canggih terintegrasi untuk memperkuat tata kelola keuangan serta pengembangan hingga 5 unit usaha
  • Pendampingan teknologi oleh tim digital entrepreneur untuk memperkuat distribusi, market, e-commerce dan kompetisi pasar

MATERI PELATIHAN

[table id=7 /]

 

 

SASARAN PESERTA

Pelatihan ini dikemas untuk sesuai harapan Permendesa No 4 tahun 2015, artinya ada 3 katagori peserta:

  1. Desa atau sekelompok desa yang belum pernah mendirikan BUMDes di wilayahnya
  2. Desa atau sekelompok desa yang memiliki BUMDes tapi kondisinya kurang sehat atau bahkan mati suri
  3. Desa atau sekelompok desa yang memiliki BUMDes yang aktif dan sehat tapi belum memiliki teknologi digital market yang canggih

Modul pelatihan disesuaikan dengan kondisi peserta atau target capaian yang ingin diharapkan

 

DIBINA TENTOR TERBAIK

  • Profil Tim BUMDes & Potensi Desa:
    1. Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat dari BNSP ( Badan Nasional Sertifikasi Profesi )
    2. Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) dari IAI ( Ikatan Akuntan Indonesia )
    3. Tim Ahli Keuangan Desa dari IAI ( Ikatan Akuntan Indonesia )
    4. Lead Instruktur dari IAI ( Ikatan Akuntan Indonesia )
    5. Berpengalaman melatih 7000 desa di Indonesia
  • Profil Tim Manajement Entrepreneur:
    1. Tim Pengembang Program Kewirausahaan Berbasis EFI BPPAUDNI Regional 2 Surabaya.
    2. Pengembang dan pendamping Program Home Base Training; program pendampingan Wirausaha bagi Pemuda Pengangguran dan UKM di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
    3. Pengelola Program Microenterprise Development (MED) Plan Indonesia; program pengembangan kewirausahaan pemuda di Kabupaten Rembang Jawa Tengah.
    4. Tim Trainer Kewirausahaan bagi Guru SMK di Kota Bontang Kalimantan Timur.
    5. Nara Sumber Seminar 1000 Wirausaha di IAIN Walisongo Semarang bekerjasama dengan Kompas.
    6. Tim pengembang dan Pendamping Program Wirausaha Mahasiswa Universitas Negeri Malang.
    7. Penerima Anugerah Widya Karya Bhakti Kursus Tingkat Nasional (2014 dan 2008).
    8. Ketua Tim Penilaian Kinerja Lembaga Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2009 – sekarang.
    9. Penerima Penghargaan Juara I Lembaga Pelatihan Tingkat Nasional.
    10. Sebagai Tim Perumus Standar Kualifikasi Lembaga Kursus dan Pelatihan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.
    11. Penulis buku Attitude-Competence and Skill, buku Tata Kelola Lembaga Kursus dan Pelatihan, Buku 101 Tips Wawancara Kerja berbasis Karakter, dan lain-lain.
    12. Sebagai tim perumus Modul Manajemen Kursus yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.
    13. Sebagai Tim perumus standar sarana dan prasarana lembaga kursus dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.
    14. Asesor Lembaga Kursus dan Pelatihan di Badan Akreditasi Nasional PAUD dan PNF.
    15. Sebagai Nara Sumber dalam berbagai kegiatan Seminar/Workhshop/ Lokakarya di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenakertrans, perusahaan, dan lain-lain.
  • Profil Tim IT DMI:Berpengalaman dalam pengembangan software desa & kabupaten di 19 kabupaten